Email
Password :
REGISTER MEMBER BARU
Lupa Password
 
Managed by :
Permata Harapan
www.indocancer.com


 
Search
 
KANKER
 
Serviks Uteri
Ovarium
Endometrium
Payudara
Leukemia
Kanker Lain
 
 
  LINK
 
ESGO (European Society of Gynecology Oncology)
IGCS (The International Gynecologic Cancer Society)
DoctorHandbook.com
INASGO ( Indonesian Society of Gynecologic Oncology )
ASGO (Asian Society of Gynecologic Oncology)
 
 
 
  STATISTIK

Page Views : 6781499

 
 
KANKER
 
 
Faktor Prognosis pada Kanker Serviks

Faktor kliniko-patologik           
Kombinasi faktor klinis dan hasil pemeriksaan patologi anatomi dari jaringan operasi yang disebut sebagaifaktor kliniko-patologik saat ini yang anak digunakan sebagai faktor prognosis pada pasien kanker serviks uteri.

Stadium   
        
Angka ketahanan hidup 5 tahun adalah 95% pada kedua stadium 1a1 dan 1a2. Currie, pada penelitian skala besar menapatkan angka survival masing masing 86,3%,75%,58,9% dan 34,1% pada stadium I, IIa,IIb dan stadium lain.Penelitian di Memorial Sloan-Kattering Cacncer Center pada 431 pasien stadium 1b atau IIa, didapatkan 71 pasien metastase pada KGB.

 Ukuran lesi       
     
Ukuran lesi merupakan prediktor pada metastase KGB, invasi limfo-vaskuler serta survival.Survival rate masing masing 90%,60%,40% pada ukuran lesi  <2cm, >2cm dan >4cm.Cut-of point besar lesi adalah 4 cm, namun analisa multivariat menunjukkan tidak ada perbedaan odd ratio pada ukuran 3,1-4 cm dengan 4,1-5 cm.

Invasi-limfovaskuler         
 
Pada pasien stadium Ib, angka kejadian invasi limfo-vaskuler masing masing  30%, 69% dan 76% pada ukuran tumor <2cm, 2,1 – 4 cm dan > 4 cm, dan rata rata adalah 53%.
Invasi limfo-vaskuler sampai saat ini masih merupakan kontroversi dan menjadi perdebatan. Beberapa analisis mendapatkan tidak didapatkan korelasi bermakna terhadap survival. Laporan lain mendapatkan angka survival 5 tahun sebesar 90% bila tidak ada invasi limfovaskuler, sementara bial ada invasi sebesar 50-70%. Angka risiko kekambuhan meningkat sesuai dengan tingkat invasi limfo-vaskuler.Sebuah penelitian mendapatkan angka rekurensi pada 2 tahun pertama pada invasi-limfovaskuler yang tinggi (45%), sedang (33%), ringan (15%) dan negatif (7%).
 

Metastase kelenjar getah bening    
     
Metastase pada kelenjar getah bening selain berfungsi sebagai faktor prognosis /faktor prediktor bebas terhadap survival, juga sering digunakan sebagai acuan untuk mengevaluasi faktor prognosis lain, misalnya besar lesi, invasi limfovaskuler, juga beberapa faktorbiomolekuler misalnya MMP dan VEGF. Pasien tanpa metastase pada KGB mempunyai angka ketahanan hidup 5 tahun sebesar 85-90%, sedangkan pasien dengan metastase KGB bervariasi antara 20-74%.(8)
 Jenis histologi            Jenis histologi adenokarsinoma meliputi kurang lebih 15 – 25 % dari keseluruhan keganasan pada serviks uteri.Kasus adenokarsinoma cenderung meningkat pada wanita usia muda.Analisis multivariat menyimpulan, secara keseluruhan survival pasien dengan adenokarsinoma lebih buruk yaitu 59 % dibanding 73 % pada pasien dengan skuamosa.

Petanda biomolekuler      
     
Petanda biomolekuler sampai saat ini belum banyak digunakan sebagai faktor prognosis yang digunakan sehari-hari dalam tatalaksana pasien, namun penelitian dalam bidang ini berlansung intensif.Petanda biomolekuler tersebut diantaranya
enzim protease (Matrixs metaloproteinase/MMP, kaptensin D, Heparanase), molekul adhesi sel (E-kadherin,katenin),indeks DNA dan. tumor supresor gen p53.
            VEGF adalah suatu growth factor yang penting dalam regulasi angiogenesis fisiologis dan angiogenesis patologis.Sedangkan VEGF-C juga berperan pada proses limphangiogenesis.Vascular endothelial growth factor-C (VEGF-C) berperan dalam proses limphangiogenesis, proses pembentukan saluran limfatik baru. VEGF-C dapat bekerja baik pada pembuluh darah maupun pembuluh limfe melalui aktifasi pada reseptor VEGF R2. Sinyal tansduksi VEGF-C/VEGF R3 diketahui berperan penting pada proses liphangiogenesis dan metastase pada sentinel node. (40)Van Trappen dkk,meneliti pola koekspresi gen pada kanker serviks uteri dan menyimpulkan bahwa VEGF-C sebagai faktor limphangiogensis meningkat 130 kali pada jaringan kanker serviks uteri dibanding serviks normal, dan kadar VEGF-C mRNA yang tinggi pada kelompok pasien dengan metastassis kelenjar getah bening.(22)Wen-Fang Cheng dkk, melakukan pengukuran kadar protein VEGF intratumoral pada jaringan hasil biopsi pasien kanker serviks uteri dan mendapatkan bahwa tumor yang overekspresi VEGF adalah : lebih besar (3.35 ± 1.17 lawan 2.13 ± 1.28 cm, P < .001) insiden invasi stroma dalam lebih tinggi (20 of 57 lawan 6 of 47, P = .009), invasi limfo-vaskuler (15 of 33 lawan 11 of 71, P = .011), invasi parametrium (15 of 32 lawan 11 of 72, P = .002), dan metastase kelenjar gatah bening  (10 of 20 lawan 16 of 84, P = .004) (16)Angka risiko kekambuhan meningkat sesuai dengan tingkat invasi limfo-vaskuler.Sebuah penelitian mendapatkan angka rekurensi pada 2 tahun pertama pada invasi-limfovaskuler yang tinggi (45%), sedang (33%), ringan (15%) dan negatif (7%).Peran VEGF sebagai tumor marker, yang dapat digunakan untuk prediksi metastase KGB serta prediksi respon terapi telah diteliti pada berbagai keganasan, diantaranya colorectal carcinoma, hepatoceluler carcinoma, endometrium dan ovarium.Tanir HM, menyimpulak dalam penelitianya, bahwa serum VEGF merupakan petanda tumor yang potensial, dengan relevansi yang bagus untuk menentukan asal dari massa di adneksa.Analisis multivariat pada kanker kolorectal didapatkan kadar serum VEGF yang tinggi (>533 pg/ml) merupakan prediktor bebas penurununan survival  (HR=1.65, P=0.015), sementara konsentrasi dalam plasma tidak dapat digunakan sebagai prediktor (>112 pg ml-1) (HR=1.27, P=0.23).(41)Khusus pada kanker serviks satdium awal, Kodama J, melakukan pemeriksaan ekspresi mRNA VEGF, dan menyimpulkan bahwa VEGF berperan merangsang angiogenesis pada kasus invasi awal. (61) Mathur SP dkk, meneliti peran serum VEGF-C sebagai biomarker pada kanker serviks uteri stadium lanjut, dan menyimpulkan bahwa kadar serum VEGF-C dapat untuk deteksi dini kemungkinan adanya metastasis. (42)

Petanda biomolekuler dimasa yang akan datang akan mempunyai peran yang lebih besar.Beberapa penelitian dan pengobatan yang mentargetkan pada inhibisi EGFR dan VEGFR telah dan sedang berjalan. Pada kanker serviks uteri strategi terbaik untuk pencegahan dan pengobatanya adalah pemahaman biologi dari HPV.




   

Home | Profile | Forum | Konsultasi | Kontak Kami | Donasi |

Copyright © 2008 indocancer.com. All rights reserved